“Assalaamu’alaikum. BIUS, ‘the agent of change’, itulah kalimat yang senantiasa kami (BIUS) dengar dari para relawan. BIUS tak sekadar memberi bantuan, melainkan pendidikan. Pendidikan tentang indahnya kehidupan. BIUS, berasa ikut Undian Seratus Juta. ^_^ Bahagiakanlah Indonesia untuk Selamanya.”
”Perkenalan dengan Beasiswa ITB Untuk Semua, hari itu aku berencana pulang ke rumah lebih cepat dari biasanya. Aku tarik nafas panjang mengumpukan sisa-sisa tenagaku selepas lelah berpikir seharian mengerjakan UTS Matematika, di SMA-ku, SMA tercinta, SMAN 1 Purwokerto. Bersiap kubungkukkan badanku, tanganku sigap memegang kendali, dan kakiku menginjak pedal kemudian kukayuh sepedaku pelan-pelan. “Teguh....! Tunggu sebentar”. Sayup kudengar suara seorang Ibu Guru BK memanggil. Bu Aan namanya. “Iya Ibu, ada apa Bu?”, “Kamu lihat ini.” Bu Aan menyodorkan sebuah HP. Pemberitahuan ITB membuka kesempatan bagi siswa tidak mampu dari seluruh Indonesia untuk mendapatkan Beasiswa ITB Untuk Semua. ”Keterangan lengkap lihat di website ITB usm.itb.ac.id.” Sejak perkenalan dengan BIUS, kumulai hari-hariku dengan semangat. Seperti ketika kutulis esai tentang Motivasi Hidup. Kutulis harapan-harapan jika aku berhasil kuliah di ITB, kugantungkan cita-citaku untuk Indonesia, kusemangati diriku sendiri. Semangat yang membuatku selalu punya harap untuk terus belajar walaupun dengan berbagai kekurangan keluargaku. Optimisme selalu menjadi pedomanku saat itu, dan yang terpenting, aku punya Allah yang tak pernah muak mendengar doa-doaku. Ya, mungkin kisah di atas hanyalah pengalaman bagaimana pertama kali aku tahu ada beasiswa di kampus ITB. Lewat sebuah pesan singkat dari kakak alumni, cakrawala pikiranku terbuka. Kesempatan besar ada di depan mata, kesempatan untuk memperoleh hak yang sama dalam pendidikan. Sejak saat itu, aku mulai berikrar. “Aku harus dan pasti bisa masuk ITB”. Sekiranya kisah di atas menjadi sebuah motivasi untuk para calon penerima besiswa ITB 2010. Kalian yang sudah tahu lebih banyak tentang beasiswa ini melalui berbagai media. Harusnya lebih punya semangat tinggi untuk mencapai impian dan harapan kalian. Dua ratus besar BIUS 2009, kuterima sebuah surat berlogo Ganesha ITB, ragu sebenarnya ketika memperolehnya. Hampir tak percaya. Benarkah surat itu untukku? Aku lihat nama dalam surat itu memang benar untukku, “Kepada: TEGUH WIBOWO”. Akh, siapa tahu bukan namaku. Kan di dunia ini beribu orang bernama sama. Aku coba yakinkan lagi. Pelan kubuka mata sembari berharap alamat dalam surat itu benar-benar alamat rumahku. Ternyata.... “Jalan Sunan Kali Jaga” Yah, itu alamat tempatku hidup dan dihidupi, tempatku mulai belajar berjalan, bersua hingga sampai aku seperti sekarang ini. Itu benar-benar alamat rumahku. Bel istirahat kedua berdentang. Jam merujuk pukul 11.45 WIB. Tengah hari yang terik begitu terasa saat itu. Namun, kucuran air wudhu yang mengalir membasahi wajah dan ubun-ubun terasa menyejukkan. Lantai mushala terasa dingin saat kuinjak. Lalu, kuletakkan kepala dan kaki ini tanpa timpang. Mataku berkunang, aku larut dalam sujud panjang. Surat itu menceritakan kelolosanku sebagai “dua ratus besar calon penerima Beasiswa ITB Untuk Semua”. Artinya, tiga minggu setelah surat itu kuterima, aku akan pergi ke Bandung dan diperkenankan mengikuti Ujian Saringan Masuk Terpusat ITB. Bersama seratus sembilan puluh sembilan kawan lainnya kami bersama berjuang memperebutkan 50 kursi penerima BIUS 2009. Detik-detik menentukan, saat itu jam dinding menunjuk pukul tujuh malam. Di sebuah ruang ber-AC dengan kepulan asap rokok menyembul menimbulkan sesak dada aku duduk menghadap komputer. Perlahan jemari tanganku meraba keyboard dan kuketik usm.itb.ac.id. Berharap segera kudapat jawaban atas kebimbanganku, malam ini merupakan malam menentukan bagi semua peserta USM Terpusat ITB. Rasa cemas dan was-was menghinggapi diri setiap peserta USM. Bukan kelegaan yang kudapat, koneksi internet ke server di ITB kacau. Yang kutemui hanyalah tulisan “Web page error”. Hatiku semakin bimbang. Berkali-kali kucoba, tapi hasilnya nihil. Sampai akhirnya sebuah momen menentukan itu terjadi. Komputerku berhasil masuk website ITB. Tanpa pikir jauh nomor ujian dan nomor peserta aku ketik pada rubrik login. Komputerku mulai loading 10 persen, 25 persen, 40 persen, 70 persen, 80 persen, 90 persen, 99 persen, Kemudian 100 persen. Akhirnya.... Penantianku terjawab sudah. No Ujian xxxxxxxxxx Anda diterima di Fakultas/Sekolah SITH. Dengan mata nanar kucoba yakinkan kembali, jelas terlihat. No. ujianku benar-benar tercantum sebagai calon Mahasiswa ITB. Bridging BIUS 2009, hari berganti hari, tak kusadari dua minggu beselang. Aku harus mempersiapkan mental untuk memulai kehidupanku di Bandung. Sebulan sebelum hari pertama masuk ITB, kami keduapuluhtujuh penerima BIUS harus menghadapi bridging program. Awalnya aku berpikir tak ada gunanya program bridging itu. Hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Namun, proses bridging membentuk paradigma baru dalam pemikiranku. Kekompakan dan kebersamaan kami penerima BIUS ditempa di sini. Sangat terasa aliran persahabatan dan kekeluargaan. Tak sekadar itu, pelajaran tentang softskills tak sedikit kami terima. Kata orang, softskills menjadi bekal komunikasi dalam kehidupan. Kisah-kisah hidup orang sukses kami dengar sebagai inspirator menuju cita dan asa kami. Networking sebagai syarat mutlak seorang entrepreneur juga kami dapatkan di program bridging ini. Semua cerita di atas hanyalah sedikit kisah dari kami para penerima BIUS 2009. Tak banyak bermaksud, hanya ingin berbagi pengalaman seputar suka duka perjuangan menerima beasiswa di ITB, Beasiswa ITB Untuk Semua khususnya. Pesan untuk kalian calon penerima Beasiswa ITB 2010, bahwa tak ada kebahagiaan tanpa perjuangan. Where there is a will, there is a way. Banyak orang besar terlahir dari kekurangan. Dan ingatlah, di atas langit masih ada langit. Semua upaya yang kita lakukan tak ada artinya tanpa doa. Tetap semangat dan tetap tersenyum. “Ketika kehidupan memberimu seribu alasan untuk menangis, tunjukkan bahwa engkau punya sejuta alasan untuk tertawa”. Salam hangat penuh semangat.”

0 komentar:

Poskan Komentar

About